APRESIASI KARYA SENI RUPA DUA DIMENSI
“LUKIS”
TUGAS INI DISUSUN GUNA MELENGKAPI
TUGAS INDIVIDUAPRESIASI SENI RUPA
DOSEN PENGAMPU : DYAN INDAH PURNAMASARI,M.Pd
DISUSUN OLEH
AGENG DWI NURCAHYONO
20160151201
6 E
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
SARJANAWIYATA TAMANSISWA
YOGYAKARTA
2019
KATA
PENGANTAR
Puji syukur saya ucapkan
atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karuniaNya saya diberi
kesempatan untuk menyelesaikan Tugas Individu Apresiasi Seni Rupa . Tugas ini
merupakan salah satu dari tugas mata Kuliah Seni Rupa.
Tidak lupa saya ucapkan
terima kasih kepada Ibu Dyan Indah Purnama Sari, M.Pd. Selaku dosen pengampu
dan teman-teman yang telah memberikan dukungna dalam menyelesaikan artikel ini.
Sebuah karya tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ketika
saya membuat artikel ini, apa yang saya tuangkan sudah sesuai dengan kemampuan
saya. Akan tetapi, dalam pembuatan artikel ini masih banyak kekurangan. Oleh
sebab itu, saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari
pembaca, agar dikemudian hari saya bisa membuat sebuah karya dengan baik dan
benar dari yang sebelumnya.
Demikian artikel ini saya
susun, apabila ada kata-kata yang kurang berkenan dan banyak kekurangan. Saya
memohon maaf dan dengan selesainya artikel ini semoga bermanfaat bagi pembaca
dan teman-teman.
Yogyakarta, 07 Maret 2019
BAB II
ISI
A. Biografi Seniman
Nama : Slamet Pengging Hadi Suweryo
Tempat tanggal lahir :
Klaten, 25 November 1949
Agama :
Islam
Jenis kelamin :
Laki-laki
Alamat :
Jalan Candi Sewu Gg Asem
No tlp : 082251960101
Bapak
pengging atau sering dipanggil mbah pengging sudah 40 tahun menjadi pelukis.
mbah pengging mulai melukis sudah sejak SMP,. Untuk pameran sudah lama dan
memiliki kelompok atau komunitas klaten yang bernama Pasren yang terdiri 2
kelompok yaitu golongan muda dan golongan tua, untuk golongan muda sudah
terdiri sendiri sedangkan golongan tua mendirikan kelompok sendiri yang diberi
nama “ALIM” untuk angkatan 50tahun, untuk golongan tua sudah berjalan 10 tahun.
Golongan tua beranggota 24 orang, dan tersisa 4 orang. Mbah pengging belum
pernah mengikuti jenjang universitas, mbah pengging memiliki bakat tersendiri
dalam melukis. Untuk lukisan yang telah jadi di jual dan dipamerkan di taman
anak Candi Prambanan. Lama dan cepatnya pembuatan lukisan memerlukan 10 hari
untuk menyelesaikan hasil karya lukisan mbah pengging. Bagi mbah pengging
menggambar pekerjaan untuk mencari nafkahnya untuk kehidupan keluarganya.
B. APRESIASI SENI LUKIS
Judul : Usaha
Angkringan
Perupa : Selamet Pengging
Hadi Suweryo
Lukisan Selamet Pengging Hadi Suweryo “Usaha
Angkringan” dilukis menggunakan cat minyak pada tahun 2019. Lukisan ini
menggambarkan mengenai sebuah usaha angkringan yang banyak di kunjungi. Lukisan
ini memiliki nilai dan makna historis yang tinggi, dimana karya ini
terinspirasi dari . sebuah usaha angkringan kecil dan kemudian menjadi rumah
makan besar. Lukisan ini bertujuan untuk mengenang usaha dari bawah hinga
sekarang menjadi sukses.
Warna-warna yang gelap, serta keunikan goresan
pada lukisan tersebut menjadi satu sebuah kombinasi sempurna dalam karya
lukisan ini mengambarkan suasana sore hari menjelang malam. Dalam lukisan ini sangat terlihat suasana
rame orang orang sedang duduk santi sambal menikmati hidangan yang di sediakan Dan
dalam lukisan tersebut terlihat juga ibu yng menjaga angkringan sangat
kerepotan untuk melayani para pengunjung .
lampiran
KESIMPULAN
Dengan
mengamati dan menilai lukisan tersebut kita telah mengapresiasi suatu karya
seni rupa.
Dengan
demikian kita dapat merasakan, menikmati, menghayati dan menghargai nilai-nilai
keindahan
dalam karya seni serta menghormati keberagaman konsep dan variasi konvensi
artistic
yang telah dituangkan dalam lukisan tersebut.
Itulah yang dimaksud mengapresiasi
karya
seni rupa dengan baik.
https://drive.google.com/file/d/1Q-1IAMlq4QbvW2iPgVU2KbjX_EQI_uhU/view?usp=sharing




